Jumat, 29 November 2019

Upaya Mencegah Penyakit Usus Buntu Secara Efektif

Diketahui dari situs Everyday Health, hingga saat ini para pakar kesehatan belum menentukan bagaimana cara mencegah penyakit usus buntu. Hal ini masih menjadi “PR” bagi para ahli kesehatan. Meskipun demikian, bukan berarti Anda berpasrah diri begitu saja, tanpa melakukan usaha apapun untuk mencegah kondisi ini. Justru dengan manjalani pola hidup sehat yang salah satunya adalah mengatur pola makan, Anda mampu mengurangi risiko terkena penyakit ini.

1. Mengonsumsi Makanan Berserat Tinggi

Mengonsumsi Makanan Berserat Tinggi

Mencegah penyakit usus buntu dapat dimulai dengan mengonsumsi makanan yang berserat tinggi secara rutin. Mengapa demikian? Pasalnya, asupan serat yang kurang akan memicu penumpukan makanan pada usus di mana makanan jadi lebih sulit dicerna dengan baik.

Tidak hanya sampai di situ, sebuah penelitian yang dimuat di Biochemical Journal juga mendapatkan hasil bahwa makanan yang kaya serat mampu membantu memberi asupan sehat untuk bakteri baik pada tubuh, termasuk dalam sistem pencernaan, sehingga bisa mencerna makanan dengan baik. Sumber makanan yang berserat tinggi dapat dengan mudah diperoleh dari kelompok sayur dan buah-buahan.

2. Memperbanyak Konsumsi Air Putih
Mencegah penyakit usus buntu dapat dilakukan dengan memperbanyak konsumsi air putih. Cara ini paling mudah dilakukan dan hemat. Manfaat air putih sendiri dapat melancarkan proses pencernaan serta mencegah sembelit. Air putih juga mampu melunakkan feses. Dari fakta yang disebutkan, sangat disarankan mengonsumsi air putih yang cukup setidaknya sebanyak 8 gelas sehari sesuai anjuran. Selebihnya, sesuaikan dengan aktivitas Anda. Jangan sampai kekurangan air putih karena selain bisa melancarkan BAB juga menghindari dehidrasi.

3. Membatasi Asupan Alkohol dan Kafein
Alkohol dan kafein adalah dua jenis zat yang menimbulkan efek samping untuk tubuh. Konsumsi alkohol sebenarnya sudah dilarang karena efeknya yang memabukkan dan tidak baik untuk tubuh karena cenderung merusak sistem organ tubuh. Lain halnya dengan kafein yang masih diperbolehkan, namun jangan berlebihan agar kesehatan tubuh tetap stabil. Akan tetapi, keduanya memang berisiko pada peradangan apendiks. Untuk itu, batasilah konsumsi kafein yang umumnya ditemukan pada kopi dan hindarilah mengonsumsi alkohol.

4. Mengurangi Konsumsi Makanan Cepat Saji

Mengurangi Konsumsi Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji atau junk food juga tidak direkomendasikan karena menimbulkan berbagai efek samping untuk tubuh. Makanan cepat saji ini bisa menyebabkan seseorang lebih berisiko mengalami apendisitis. Hal ini disebabkan adanya kandungan berbagai zat berbahaya pada junk food. Oleh karena itu, kurangilah konsumsi makanan instan ini untuk mencegah penyakit usus buntu.

5. Beristirahat Cukup dan Olahraga Teratur
Mempunyai kualitas tidur yang cukup dan teratur sangat dianjurkan untuk mengembalikan energi tubuh dan melancarkan metabolisme tubuh. Jadwal tidur yang berantakan akan menyebabkan seseorang lebih berisiko terkena penyakit usus buntu karena bisa mengganggu kelancaran metabolisme yang salah satu efeknya adalah menyebabkan gangguan pencernaan yang kemudian berisiko jadi apendisitis. Jadi, lakukan pola istirahat yang teratur dan cukup.

Olahraga yang teratur juga sangat dianjurkan demi membuat badan jadi sehat dan bugar. Dengan berolahraga, tubuh mengeluarkan racun dalam tubuh melalui keringat. Dengan demikian, cara ini mampu mencegah penyakit usus buntu karena terdapat sistem ekskresi yang lancar.

6. Jangan Menunda BAB

Jangan Menunda BAB

BAB (Buang Air Besar) yang ditunda juga bisa memicu adanya apendisitis. Oleh karena itu, budayakan hidup sehat dengan rutin BAB dan jangan menundanya. Hal ini bisa mengakibatkan penumpukan feses dan bisa jadi akhirnya menyumbat saluran kecil di rongga apendiks sampai menyebabkan peradangan. Hal ini harus dicegah dengan rutin BAB dan jangan menundanya.

Berbagai langkah pencegahan tersebut sangat lengkap. Anda bisa menerapkan semuanya demi melancarkan sistem metabolisme tubuh, termasuk pada sistem pencernaan. Dengan cara ini, Anda sudah mencegah penyakit usus buntu yang kemungkinan bisa terjadi.

Sumber artikel:
www.idntimes.com
hellosehat.com
www.honestdocs.id

Sumber gambar:
id.theasianparent.com
www.wonderopolis.org
hot.liputan6.com
Share: 

Kamis, 07 November 2019

Investasi Jangka Pendek Bagi Para Pemula

Belakangan ini semakin banyak orang yang tertarik untuk bergabung menjadi seorang investor, kenapa hal tersebut terjadi? Hal ini dikarenakan semakin banyak orang yang sadar pentingnya menjamin masa depan. Bernvestasi menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan masa depan yang lebih terjamin. Investasi dibagi menjadi dua yakni jangka panjang dan jangka pendek. Jika anda merupakan seorang investor yang sudah lama berkecimpung didunia investasi tentu saja anda bisa mencoba yang jangka panjang. Namun jika anda masih terbilang baru maka anda bisa mencoba bergabung dengan jangka pendek. Ulasan kali ini akan membahas mengenai pilihan berinvestasi jangka pendek yang cocok untuk anda dan tentu saja cocok untuk pemula.

Investasi Jangka Pendek Bagi Para Pemula

Setiap orang bisa menentukan pilihan inginnya sendiri mengingat kegiatan yang satu ini juga membutuhkan pemahaman yang sedikit luas. Berikut ini ada beberapa investasi alternatif yang berjangka pendek yang bisa anda coba. Deposito menjadi pilihan pertama yang bisa anda pilih. Deposito ini pada dasarnya mirip dengan menabung. Bedanya adalah anda tidak bisa mengambil tabungan tersebut kapan saja anda membutuhkannya. Biasanya ada waktu yang telah ditetapkan sebelumnya ketika ingin membuat deposit. Bunga yang ditawarkan di deposito biasanya lebih tinggi jika dibandingkan dengan bunga yang ada di tabungan. Durasi waktu melakukan deposito ini juga bisa anda tentukan sesuai dengan keinginan anda sendiri.

Selanjutnya ada juga saham. Tentu kata saham tidak asing bagi anda semua. Di Indonesia sendiri para investor akan sangat mengenal saham tersebut. Kenapa banyak yang menggunakan saham? Para investor tertarik dengan saham karena akan memberikan keuntungan yang besar pula, walaupun resiko yang ditanggung juga besar. Saham berbeda dengan deposito, ketika deposito bisa diambil sesuai waktu yang telah ditentukan, maka berbeda dengan saham. Saham bisa dijual kapan saja jika anda menginginkannya. Tentu saja ketika menjal saham tersebut anda sudah memikirkan keuntungan yang akan anda dapatkan dari penjualan saham tersebut. Namun biasanya para investor lebih memilih saham sebagai salah satu pilihan jangka panjang dari pada jangka pendek.

Selanjutnya berinvestasi melalui Peer to Peer Lending. Peer to Peer Lending dianggap menjadi salah satu instrument yang paling muda jika dibandingkan dengan kedua instrumen sebelumnya. Berinvestasi dengan jenis yang satu ini dianggap mudah untuk dilakukan, bahkan modal awal yang dibutuhkan juga tidak besar sehingga siapa saja bisa dengan mudah untuk melakukan investasi. Berivestasi menggunakan Peer to Peer Lending ini sangat cocok digunakan jika anda paham melakukannya. Hal ini mampu mendatangkan keuntungan yang sangat besar, itulah yang membuat banyak investor yang tertarik untuk melirik jenis investasi yang satu ini.

Berinvestasi di Indonesia tentu sudah bukan hal yang baru. Sudah banyak masyarakat yang ikut bergabung dan menjadi seorang investor. Berinvestasi tidak harus mempunyai banyak uang dan paham dengan dunia tersebut. Siapa saja bisa menjadi seorang investor dengan mudah terutama sekarang ini suah banyak aplikasi yang bisa digunakan dalam berinvestasi. Hal tersebut tentu semakin memudahkan semua orang untuk melakukannya. Tidak hanya orang yang paham saja melainkan para generasi millennial juga bisa menjadi seorang investor. Banyak investasi online yang bisa diakses oleh generasi millennial tersebut. Itulah beberapa pilihan yang bisa anda jadikan hal untuk berivestasi, kini anda sudah bisa membuat masa depan anda menjadi lebih terjamin.
Share: 

Jumat, 01 November 2019

Agar Awet dan Tahan Lama, Ini Cara Tepat Merawat Jersey Futsal

Tentu Anda sudah tak asing lagi dengan yang namanya jersey futsal bukan? Terlebih lagi bagi Anda yang gemar bermain futsal. Bahkan Anda pasti juga rela bikin jersey futsal dengan desain sendiri agar terkesan keren. Namun ternyata merawat jersey futsal kesayangan juga tak boleh sembarangan lo. Nah berikut tips merawat jersey futsal agar tetap awet dan tahan lama.

Agar Awet dan Tahan Lama, Ini Cara Tepat Merawat Jersey Futsal

Cara Merawat dan Mencuci Jersey Futsal
Bagi sebagian orang memiliki jersey futsal merupakan sebuah kebanggaan dan perlu perawatan khusus karena berbeda dengan jenis barang lainnya. Sedangkan untuk harganya juga cukup beragam bergantung pada kualitas jersey tersebut. Namun keawetan jersey futsal sendiri sebenarnya bergantung pada bagaimana cara perawatannya.

Namun terlepas dari semua itu, perawatan yang tepat merupakan salah satu hal yang perlu Anda lakukan agar jersey tetap awet dan tahan lama. Cara mencuci jersey futsal kesayangan juga hampir sama dengan mencuci pakaian pada umumnya. Namun pastikan jangan gunakan detergen terlalu banyak dan jemur jersey futsal kesayangan dengan cara digantung.

Tipe Menyetrika Jersey Futsal
Selian proses pencucian, menyetrika jersey dengan baik dan benar juga merupakan salah satu upaya agar jersey kesayangan tetap awet dan tahan lama. Ketika menyetrika, pastikan suhu setrika rendah dan tidak terlalu panas. Sedangkan untuk bagian patch yang sudah mulai lepas, setrikalah dengan cara dibalik.

Pastikan untuk menyetrika bagian pacth dari dalam, jangan dari luar. Selain itu, perhatikan juga tingkat panas setrika yang digunakan. Pastikan gunakan suhu sedang dan tidak terlalu panas. Untuk menghindari agar sablon tidak lecet, cepat berbulu, dan terkelupas, pastikan untuk lapisi jersey dengan kain di bagian atasnya guna menghindari kontak langsung dengan setrika.

Cara Menyimpan Jersey Futsal
Ketika hendak dipakai atau disimpan, pastikan hindari jersey dengan gesekan-gesekan. Terutama untuk permukaan yang kasar. Mengapa? Sebab hal ini dapat menyebabkan benang pada baju jersey tertarik dan timbul bulu. Pada umumnya, timbulnya bulu pada jersey futsal terjadi akibat terjatuh selama bermain futsal di lapangan.

Selain itu, jangan lupa menyimpannya dengan cara digantung. Hal ini bertujuan untuk menghindari sablon agar tak terkelupas atau retak. Terlebih lagi bagi Anda yang menggunakan jenis sablon polyflex.

Beberapa Hal yang Perlu Dihindari
Selama mencucinya pastikan jangan peras jersey terlalu kuat. Sebab hal ini hanya akan membuat sablon menjadi terkelupas. Hindari juga meredam jersey terlalu lama, cukup 5 menit saja. Hal terpenting yang perlu Anda lakukan adalah jangan mencuci jersey futsal dengan mesin cuci dan hindari penggunaan mesin pengering.

Ternyata merawat jersey juga tak boleh sembarangan. Nah di atas merupakan beberapa cara merawat jersey futsal agar awet dan tahan lama. Bagi Anda yang ingin membuat jersey futsal dengan desain sendiri namun tidak bisa membuat desainnya, gunakan saja jasa https://fullprint.id/jasa-design untuk membantu membuat desain jersey futsal yang diinginkan.
Share: